Terpergok Lagi Berbuat Dosa,Direkam Orang Lain Dan Pacarnya Kabur,Gadis SMA Kemudian Dirudapaksa.

0
166

Bukatutup.net- Kepergok mesum yang terjadi beberapa tahun lalu, membuat gadis SMA merasakan hal pahit hingga kini.

Aksi mesumnya dengan sang kekasih kala itu direkam oleh warga,dan dimanfaatkan untuk menikmati tubuh si gadis hingga kini.

Seorang wanita berinisial S(24) mengalami nasib nahas saat dirinya duduk dibangku SMA.

Pada 2015, S kepergok mesum dengan kekasihnya di Kecamatan Lemahsugih, Majalengka.

Pria berinisial IN (48) kala itu merekam tindakan asusila tersebut.

Video mesum itu pun menjadi senjata pemerasan terhadap korban.

Kapolres Majalengka,AKBP Bismo Teguh Prakoso didampingi Kasat Reskrim,AKP Siswo DC Tarigan saat konferensi pers mengatakan IN akhirnya ditangkap oleh Satreskrim Polres Majalengka pada kamis (29/10/2020).

Sebab, pria tersebut telah memperkosa dengan ancaman akan menyebarkan video yang direkamnya .

“Pelaku juga melakukan penganiayaan dan pemerasan terhadap korban,”ujar Bismo.

“pelaku ini menarik badan korban kemudian korban terjatuh sehingga korban mengalami patah tangan dibagian kanan,laki lakinya pergi melarikan diri,”ujar dia.

sehingga, hanya pelaku dan korban yang ditinggalkan dilokasi tersebut.

“kemudian si korban ini diobati oleh si pelaku dibawa kedukun patah tulang.setelah diobati,muncul niat jahat si pelakuĀ  untuk menyetubuhi korban,”kata orang nomor satu di polres majalengka ini .

Menurut Kapolres,pelaku memperkosa korban ,diwilayah Kuningan dengan cara mengancam korban akan menyebarkan video dan foto korban saat beradegan mesum dengan pasangannya.

“Pelaku ini juga memeras dari si korban,selain dari ancaman tadi.korban dimintai uang sejumlah tujuh ratus ribu rupiah,”ucapnya.

Buntut dari pemerasaan dan pemerkosaan tidak sampai disana aja .

Beberapa tahun kemudian seusai kejadian tersebut,pelaku kembali menghubungi korban.

“Karena korban sudah mengganti nomor handphone,pelaku mendatangi rumah korbanĀ  dengan mengaku sebagai dosen ,lalu minta nomor korban ke orang tua korban ,”ujar Kapolres.

Usai mendapat nomor handphone pelaku kembali meneror korban ,sehingga korban mengalami trauma.

Pelaku juga sempat meminta uang lagi,tapi pelaku keburu terciduk polisi .

“Atas perbuatannya pelaku diancam dengan pasal 285 dan pasal 368 Sub dan pasal 351 ayat (2)KUHPidana dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara ,’ujar dia .

tribunbanjar.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here