Terbuai Rp.300 juta,Pria Asal Banjarmasin Terancam Hukuman Mati Di Pekanbaru

0
175

 

Bukatutup.net- Diiming-imingi mendapat Rp.300 juta , Pria asal Banjarmasin inisial DE nekat ke pekanbaru untuk menjemput 20 kg Sabu,begitu turun dari prsawat,DE langsung pergi kesebuah pencucian Mobil untuk menjemput serpihan barang Haram itu .

 

 

DE memang berhasil mengambil Sabu yang sudah diletakkan didalam mobil,hanya Saja,langkah ya untuk menuju hotel terhenti karena DE masuk jebakan Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau.

 

“Kami melakukan Control delivery karna sebelum itu sudah Ada tersangka lain tertangkap,”kata Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Komisaris besar Suhirman, kamis siang,27 Agustus 2020.

 

 

Suhirman menjelaskan, anggotanya pada 20 Agustus 2020 menangkap pria berinisial SU diperbatasan Kota Dumai -kabupaten Bengkalis.

SU ini mengendarai sepeda motor matic Dan membawa Dua buah tas besar.

 

Petugas menggeledah Tas itu Dan menemukan 20 paket besar Sabu terbungkus kemasan the yang bertulisan China.

Sabu ini berasal dari Malaysia Dan baru Saja dijemput SU dari pelabuhan tikus diperaian perbatasan Indonesia -Malaysia .

 

“Sabunya dari Malaysia , SU di janjikan 1 kg Sabu jika berhasil mengantarkan nya ke kota Dumai , “ucap Suhirman .

 

 

 

Dikota Dumai, Sabu itu rencananya diserah Kan ke pria inisial SN. Pria Ini berperan sebagai penyimpan karena rumahnya dijadikan

Sebagai gudang oleh jaringan Narkoba international .

 

 

SN tertangkap berkat “Nyanyian ” dari SU Tersangka SN lalu buka mulut Dan menyebut 20 kilogram Sabu itu akan diantar ke Pekanbaru untuk dijemput oleh tersangka DE.

 

“SN sudah empat Kali keluar masuk penjara , terakhir 2018 kasus Narkoba, sementara SU mengaku sudah pernah mengantarkan 14,5 kilogram Sabu ke kisaran,Sumatera Utara,”sebut Suhirman .

 

 

Untuk tersangka DE, meskipun dijanjikan Rp.300 juta, baru menerima uang akomodasi Dan konsumsi selama diperjalanan.dari banjarmasin dia menginap dijakarta Dua malam,sebelum kepekanbaru.

 

 

Pengakuan DE,Sabu itu akan dibawanya kepadang , berikutnya kelampung,Dan Jakarta ,Petugas sudah melacak keberadaan pengendali jaringan ini dipadang,Sumatera Barat .

 

 

“Kami sudah Kepadang tapi operasinya bocor saat ini minta Bantuan ke Mabes Polri,kata Suhirman.

 

Ketiga tersangka dijerat pasal 114 ayat 2 juncto pasal 112 ayat 2 Undang -Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkoba, dia Terancam Hukuman Paling ringan Lima, tahun Paling lama 20 tahun penjara atau seumur hidup bahkan Hukuman Mati.

 

Sumber: liputan6.com

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here