Suplai Makanan ke MIT,Anak Buah Ali Kalora Dihukum 3 Tahun Penjara

0
128

 

Bukatutup.net- Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) menjatuhkan hukuman 3 tahun penjara kepada anak buah Ali Kalora, Riswan (26). Warga Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), itu terbukti menyuplai makanan dan kebutuhan sehari-hari ke kelompok teroris Ali Kalora.

Hal itu tertuang dalam putusan PN Jakut yang dikutip detikcom, Rabu (16/12/2020). Diceritakan, Riswan mulai mengenal kelompok teroris dari jejaring media sosial pada 2017. Dilanjutkan ikut pengajian yang membahas jihad, thogut, dan sebagainya.

Untuk mendukung Daulah Islamiyah, Riswan mendukung gerakan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora pada Agustus 2019. Riswan kemudian menyuplai makanan dan senjata api ke kelompok Ali Kalora.

Pada Desember 2019, Riswan menyuplai peralatan ke kelompok Ali Kalora. Seperti paku, gergaji, penutup pipa plastik, kurma, air minum dan beras. Riswan juga membeli kabel dan mancis. Riswan membeli barang tersebut dengan uang yang diberikan Abdullah.

Selain itu, Riswan bersama Irwanto merampok dua unit sepeda motor di masjid dan menjualnya untuk kebutuhan sehari-hari Riswan. Setelah dilakukan perburuan berhari-hari, aparat kemudian menangkap Riswan dan memprosesnya secara hukum. Proses hukum Riswan dipindahkan dari Poso ke Jakut dengan alasan keamanan.

“Menyatakan Terdakwa Riswan, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana ‘terorisme’ sebagaimana dalam dakwaan alternatif kesatu. Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa Riswan oleh karena itu dengan pidana penjara selama 3 (tiga) tahun,” ujar majelis yang diketuai Agung Purbantoro dengan anggota Tugiyanto dan Purnawan Narsongko.

Pengakuan Riswan

Di persidangan, Riswan mengakui semua perbuatannya sehingga membuat hukumannya diringankan majelis hakim. Berikut di antaranya:

1. Terdakwa merupakan jamaah pimpinan Ustad Yasin yang mendukung tegaknya Daulah Islamiyah.
2. Terdakwa beberapa kali melakukan kegiatan Idad (persiapan) dalam rangka menegakan Daulah islamiyah berupa latiha fisik yang kami lakukan di belakang sekolah.
3. Terdakwa juga pernah menyuruh Akbar untuk mengantarkan serbuk korek api dan logistik lainnya kepada Genda untuk diserahkan kepada Ali Kalora selaku pimpinan Kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT).
4. Terdakwa dan Akbar merupakan ikhwan yang mengikuti kajian-kajian di Pondok Pesantren pimpinan Ustad Yasin dengan materi Daulah/ ISIS, berita di Suriah, perang akhir zaman, fiqih jihad, tauhid dll.
5. Terdakwa bersama-sama Akbar melakukan pelatihan militer yang dilaksanakan lapangan belakang SMA 4 Poso pada sekitar tahun 2019, di mana kegiatan tersebut yang mempunyai inisiatif adalah Mas Zein.
6. Terdakwa mengetahui jika selama ini aparat keamanan khususnya TNI/Polri melakukan pengejaran terhadap Ali Kalora dan anggotanya karena selama ini kelompok MIT sejak kepemimpinan santoso sampai didelegasikan kepada Ali Kalora beberapa kali melakukan tindak terorisme berupa penyerangan-penyerangan terhadap aparat keamanan serta warga sipil yang tidak mendukung perjuangan Kelompok MIT dalam rangka menegakkan Daulah Islamiyah yang telah menimbulkan korban yang bersifat massal dan ketakutan yang meluas di dalam masyarakat.

(asp/mae)

 

Sumber:detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here