Polri: Hasil Autopsi 6 Jenazah Pengikut HRS Belum Keluar

0
145

Bukatutup.net- Polisi belum mengetahui persis kondisi jenazah enam pengikut Habib Rizieq Shihab (HRS) yang tewas ditembak karena melawan petugas di Tol Jakarta-Cikampek (Japek) Karawang, Jawa Barat. Polisi menyampaikan hasil autopsi keenam jenazah belum keluar.

“Hasil autopsi belum keluar,” kata Kabagpenum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (14/12/2020).

Untuk itu, Ahmad belum bisa memberikan keterangan mengenai ada-tidaknya luka lebam di tubuh enam jenazah pengikut Habib Rizieq tersebut.

“Saya belum bisa menjelaskan (dugaan ada luka lebam di jenazah),” ujar dia.

Seperti diketahui, peristiwa itu terjadi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek Senin (7/12) pukul 00.30 WIB. Insiden itu berawal dari penyelidikan petugas terkait rencana pemeriksaan Habib Rizieq.

Dari situ polisi menerima informasi ada rencana pengerahan massa mengawal Habib Rizieq untuk pemeriksaan yang dijadwalkan berlangsung Senin 7 Desember 2020. Fadil mengatakan pihaknya membuntuti kendaraan pengikut Habib Rizieq itu.

Namun polisi mendapat perlawanan. Kelompok diduga pengikut Habib Rizieq itu membawa senjata api dan menyerang dengan memepet mobil polisi.

“Anggota yang terancam keselamatan jiwanya karena diserang, kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur sehingga terhadap kelompok yang diduga pengikut MRS meninggal dunia sebanyak 6 orang,” kata Fadil, Senin (7/12).

 

Rekonstruksi digelar di 4 lokasi tempat kejadian perkara (TKP). Lokasi pertama, yakni Jalan Internasional Karawang Barat, Margakaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, tepatnya di dekat Bundaran Novotel Karawang.

Lokasi rekonstruksi kedua berlangsung di Jembatan Badami, Margakaya, Kabupaten Karawang. Kemudian, lokasi ketiga dan keempat berlangsung di Tol Jakarta-Cikampek, tepatnya di Rest Area KM 50 dan KM 51+200.

Ada 58 adegan yang dilakukan oleh polisi pada rekonstruksi dini hari ini. Di TKP pertama ada 9 reka adegan, TKP kedua ada 4 adegan, di TKP 31 adegan dan di TKP terakhir ada 14 adegan.

TKP 1
Jalan Internasional Karawang Barat, Dekat Bundaran Novotel

Di lokasi pertama, ada adegan kejar-kejaran tiga mobil. Satu mobil Toyota Avanza berwarna silver ditumpangi polisi. Dua mobil, yakni Avanza silver dan Chevrolet Spin berwarna abu-abu ditumpangi laskar FPI.

Dalam rekonstruksi ini, dua mobil laskar FPI yang diduga merupakan rombongan Habib Rizieq Shihab menghalangi mobil polisi. Mobil Avanza silver milik laskar FPI menabrak sisi kanan mobil petugas dan melarikan diri. Sementara, Mobil Chevrolet Spin menghadang mobil petugas.

“Di pintu keluar Karawang Timur sepanjang jalan menuju TKP ini sebuah mobil Chevrolet Spin abu-abu dan, Toyota Avanza Silver diduga rombongan MRS menghalangi mobil Avanza Silver petugas,” kata penyidik menggunakan pengeras suara.

Mobil Chevrolet Spin yang menghalangi mobil petugas tadi kemudian menepi dan 4 orang keluar dari mobil. Sebanyak 2 orang melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam. Keduanya memukul bagian kap mobil dan kaca.

Petugas memberikan tembakan peringatan ke atas. Dalam adegan tersebut, polisi turut memberikan teriakan peringatan. “Polisi, jangan bergerak!” ujar penyidik menirukan.

Mendengar tembakan itu, 4 anggota laskar FPI kembali masuk ke dalam mobil. Dari dalam mobil 2 orang menembakkan senjata api ke arah mobil polisi sebanyak tiga kali.

Secara bersamaan petugas dari mobil membalas menembak ke arah Chevrolet abu-abu milik pelaku. Setelah itu, mobil laskar FPI melarikan diri.

TKP 2
Jembatan Badami, Margakaya, Kabupaten Karawang

Rekonstruksi kemudian dilanjutkan ke lokasi kedua. Usai kontak tembak di dekat Bundaran Novotel, pelaku yang mengendarai mobil Chevrolet Spin kemudian mengarah ke Jembatan Badami, Margakaya, Kabupaten Karawang.

Kejar-kejaran masih berlangsung antara mobil polisi dengan laskar FPI. Petugas berusaha menyalip mobil laskar FPI lewat sisi kiri.

Saat mobil petugas bergerak di sebelah kiri, seorang laskar FPI membuka kaca dan mengarahkan senjata ke arah petugas. Laskar tersebut kemudian melepaskan tembakan dan dibalas petugas.

Dalam rekonstruksi, mobil petugas kemudian kembali berusaha menyalip dari sebelah kanan. Petugas kembali mengarahkan tembakan ke mobil laskar FPI. Kaca kiri mobil laskar FPI terbuka dan pelaku yang duduk di tengah menodongkan senjata ke arah mobil petugas.

Penyidik lalu bergerak sekitar 200 meter dari lokasi di sebuah simpang. Mobil petugas terhalang truk yang hendak belok dan tidak bisa mengejar mobil laskar FPI yang mengarah ke GT Karawang Barat.

TKP 3
Rest Area KM 50, Jalan Tol Jakarta-Cikampek

Mobil laskar FPI masuk ke Tol Jakarta-Cikampek. Polisi pun melakukan pengejaran. Mobil laskar FPI kemudian mengarah ke jalur Rest Area KM 50.

Dalam rekonstruksi, mobil Chevrolet Spin milik laskar FPI terhalang mobil Corolla saat hendak menuju exit area. Saat itulah, mobil Avanza Silver petugas langsung berhenti dekat exit area. Petugas kemudian keluar mobil untuk langsung mengepung mobil laskar FPI.

“Mobil terhenti petugas turun dari mobil lalu menuju ke mobil pelaku untuk pengamanan,” ujar penyidik.

Keluar dari mobil, polisi kemudian meminta 4 laskar FPI menyerah. Polisi mengecek kondisi 2 laskar lain yang duduk di kursi kiri depan dan kiri tengah dan kemudian diketahui kondisi mereka tengah terluka. Polisi pun meminta bantuan polisi lain lewat telepon.

“Petugas perintahkan pelaku menyerah, diminta tiarap,” kata penyidik.

Polisi kemudian melakukan penggeledahan di mobil laskar FPI tersebut. Ditemukan satu pucuk senpi di kursi sopir dengan 10 amunisi dan 1 pucuk senpi lainnya di bagian bangku tengah dengan 10 amunisi.

Selain itu, ditemukan pula satu katapel, beberapa butir kelereng, satu celurit, dan tongkat kayu. Barang bukti tersebut lalu dibawa ke mobil petugas. Polisi kembali menggeledah bagian bangku tengah dan menemukan samurai dan pedang.

Tidak lama 2 mobil polisi datang. Satu mobil diminta agar dipindahkan di depan mobil Chevrolet abu-abu milik laskar FPI, sementara lainnya diparkir di belakang mobil.

Polisi lalu membawa 2 laskar yang diduga terluka ke bagian belakang mobil. Polisi sempat kembali mengecek kondisi laskar tersebut sebelum mengangkatnya yang kemudian diketahui telah tewas. Sementara, 4 Laskar FPI lainnya yang tidak terluka diamankan ke dalam mobil polisi.

TKP 4
KM 51+200 Tol Jakarta-Cikampek

Dalam perjalanan, laskar FPI yang hendak dibawa ke Polda Metro menyerang polisi. Penyerangan itu disebut dilakukan dalam perjalanan dari Rest Area KM 50 hingga ke KM 51+200. Laskar FPI mencoba merebut senjata polisi.

“Dalam perjalanan tidak jauh jaraknya, dari KM 50 rest area sampai KM 51,2 terjadi penyerangan atau mencoba merebut senjata anggota. Terjadi percobaan untuk merebut senjata anggota dari pelaku yang ada dalam mobil,” kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian usai rekonstruksi.

Polisi kemudian melakukan pembelaan. Polisi pun melakukan tindakan tegas dengan menembak 4 laskar FPI itu.

“Di situlah terjadi upaya dari penyidik yang ada dalam mobil untuk melakukan tindakan pembelaan. Sehingga keempat pelaku dalam mobil mengalami tindakan tegas dan terukur dari anggota yang ada dalam mobil,” ungkapnya.

 

Sumber:detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here