Polda Jabar Usut Dalang di Balik Azan Ajakan Jihad Majalengka

0
107

 

Bukatutup.net- Kapolda Jawa Barat Irjen Ahmad Dofiri mengatakan akan mengusut tuntas dalang di balik pelafalan azan ajakan jihad yang terjadi di wilayah Majalengka.

Sejumlah penanganan sudah dilakukan Polri terkait viralnya video tujuh pria Majalengka melafalkan ‘hayya alal jihad’ yang kemudian viral di media sosial.

“Nah yang penting adalah yang menjadi fokus perhatian kita, mengusut tuntas siapa orang yang menghasut, memprovokasi ini yang akan kami telusuri,” kata Dofiri usai peresmian Asrama Polri Wisma Lodaya, di Sukabumi, Kamis (3/12) petang.

Dalam menempuh upaya itu, Dofiri mengungkap Polda Jabar akan berkoordinasi dengan Cyber Direktorat Siber Bareskrim Polri mencari dalang di balik aksi tersebut.

“Jadi kami sudah berkoordinasi dengan Direktorat Siber Bareskrim Polri untuk mengusut tuntas dibalik itu semua, dalangnya siapa sebenarnya,” lanjut Dofiri.

Dijelaskan Dofiri azan dengan lafal ajakan jihad tersebut tidak sesuai dengan ajaran islam. Hal itu nenurutnya sesuai dengan informasi yang diberikan oleh pihak MUI pusat dan Jawa Barat.

“Bagaimanapun juga MUI baik itu pusat maupun jawa barat termasuk dewan masjid di jawa barat mengatakan bahwa itu tidak sesuai dengan ajaran Islam, oleh karena itu kami sudah mengambil langkah memang penanganannya sesuai penetapan presiden nomor 1 tahun 1965,” jelasnya.

Polisi tengah memburu penyuruh sekelompok orang mengganti kalimat azan menjadi ajakan jihad itu.

“Perlu ditekankan penyidik ini akan menelusuri, pertama siapa yang memviralkan kemudian yang kedua siapa yang menyuruh, jadi sekali lagi penyidik dari Polda Jabar dan penyidik dari Polres Majalengka akan menyelidiki siapa yang memviralkan dan siapa yang menyuruh,” ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Jumat (4/12/2020).

Erdi mengatakan kasus itu mulai diselidiki. Polisi juga sudah menerima laporan polisi atas munculnya video azan tersebut. Adapun tim yang terlibat merupakan gabungan dari Polda Jabar dan Polres Majalengka.

Erdi mengatakan penyidik tengah menyelidiki ada tidaknya indikasi suruhan kepada sekelompok orang di Majelengka itu untuk kumandangkan azan ajakan Jihad.

“Ini lagi didalami karena yang kita khawatirkan dalam satu hari ini serentak ya, ada di Jabar maupun daerah lain. Nah, tentunya di Jabar akan fokus untuk menyelidiki siapa yang menyuruh dan siapa yang memviralkan,” kata Erdi.

Disinggung ada tidaknya kaitan kelompok di Majalengka dengan grup WhatsApp FMCO News (Forum Muslim Cyber One) seperti satu tersangka yang ditangkap Polda Metro Jaya kemarin, Erdi menuturkan hal itu masih akan diselidiki.

“Sekali lagi ini akan didalami, jadi mohon bersabar, mudah-mudahan dalam waktu dekat Polda Jabar bakal mengungkap kasus ini,” kata dia.

Sebuah video berisikan rekaman sekelompok orang yang mengumandangkan azan dengan menyelipkan kata ‘Hayya Alal Jihad’ viral di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Ada tujuh orang yang terekam dalam video berdurasi 43 detik itu. Satu orang sebagai muazin mengumandangkan azan dengan menyelipkan kata ‘Hayya Alal Jihad’ yang kemudian diikuti enam orang jemaah.

Selain menyelipkan kaya ‘Hayya Alal Jihad’, orang-orang di video tersebut juga terlihat memegang senjata tajam golok berukuran sedang.

Diduga video tersebut merupakan video yang direkam oleh warga Kabupaten Majalengka. Hal itu karena pada baliho yang terpampang poster Habib Rizieq Shihab tertulis sebuah nama desa di Majalengka yakni Desa Sadasari, Kecamatan Argapura.

Video viral itu sudah beredar di berbagai media sosial masyarakat Kabupaten Majalengka seperti Twitter, Facebook dan WhatsApp.

Sumber:detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here