Pemerintah Pantau 86.224 Kasus Suspek Corona Pada 9 Agustus

0
80
  1. Bukatutup.net-Pemerintah terus memperbaharui Laporan terkait Virus Corona (Covid 19) di Indonesia , sebanyak 86 ribuan suspek Corona dipantau oleh Pemerintah per 9 Agustus 2020.
    Dari Data yang dilaporkan dalam situs Covid-19 go.id,pada Minggu (9/8/2020).
    Pemerintah memantau sebanyak 86.224 suspek Corona
    Data tersebut disampaikan oleh pemerintah secara berkala setiap hari dengan cut off pukul 12:00WIB.
    Kemudian Pemerintah juga memeriksa 21.918 spesimen pada hari ini.dari pemeriksaan spesimen tersebut didapat kan data tambahan konfirmasi Corona sebanyak 1.893 sehingga Total menjadi 125.396 orang .
    Selain itu, Pemerintah juga menyampaikan tambahan Pasien sembuh sebanyak 1.646 orang sehingga total Pasien sembuh dari Corona ada 80.952, Sementara itu pasien yang meninggal karna Corona juga bertambah 65 orang sehingga total sebanyak 5.723.
    Istilah “Suspek ” tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia .
    Nomor HK 01.07/Menkes/413/2020 Tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).tidak ada lagi Istilah pasien dalam pengawasan (PDP),orang dalam pemantauan (ODP), maupun orang tanpa gejala (OTG). Berdasarkan Kemkes Tersebut
    Berikut ini Definisi Kasus Suspek

a.Orang dengan infeksi saluran pernapasan akut
(ISPA) dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal dinegara /wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal.
b.Orang dengan ISPA berat pneumonia berat yang membutuh kan perawatan di rumah sakit dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

c.Orang dengan ISPA berat/pneumonia berat dan membutuh kan perawatan dirumah sakit tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran Klinis yang menyakinkan.
Kita menyebut kan kasus suspek apabila ada kriteria sebagai berikut,salah satu diantaranya Pertama orang dengan ISPA yang Akut dan dalam 14 hari terakhir sebelum timbulnya Gejala ini dia Melaksanakan perjalanan atau tinggal di daerah dimana dilaporkan transmisi Lokal terjadi “,jelas juru bicara Pemerintah terkait penanganan Covid-19,Ahmad Yurianto kala itu dalam jumpa Pers yang disiarkan di YouTube BNPB,Rabu(15/7).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here