Motif Isabella Guzman,Bunuh Ibunya Secara Sadis ,Dengan Tikaman 79 Kali Di Wajah Dan Leher Ibunya .

0
156

Bukatutup.net- Seorang Gadis Remaja Colorado menghadapi Dakwaan pembunuh tingkat pertama,dituduh menikam Ibunya 79 Kali di Wajah dan di leher di kamar mandi rumah mereka .

Terungkap Motif Isabella Guzman melakukan kejahatan keji tersebut.

 

Melansir CNN,Sebelum pembunuhan sadis itu terjadi ,Isabella Dan Ibunya,Yun -Mi Hoy diketahui kerap bertengkar,terutama Semenjak Ibunya menikah lagi dengan seorang pria yang bernama Ryan Hoy.

Ayah tiri remaja itu ,Ryan Hoy mengatakan kepada Pihak berwenang bahwa Guzman dan Ibunya sering bertengkar.

Sehari sebelum menikam Ibunya, Isabella juga sempat mengirimkan Ibunya Surel (email) kepada Ibunya yang isinya ,”Kau akan menebusnya”.

Ketika menerima Surel itu,Ibunya sempat menelepon kepolisian Dan meminta datang kerumahnya.

Polisi pun datang memenuhi permintaan Ibunya.

Keesokan harinya,Isabella melancarkan aksinya dirumah ibunya di blok 2600 jalan South Lima .

Hoy mengatakan kepada Polisi bahwa istrinya menunjukkan kepadanya sebuah email yang diduga dikirim Guzman padanya pada pagi hari pembunuhan itu ,yang berisi kata kata,”Anda akan membayar,”tulis pernyataan tertulis itu.

Setelah berbicara dengan Yun-Mi Hoy dan Guzman,Petugas menanggapi memutuskan ada “Masalah keluarga yang sedang berlangsung diantara mereka Dan tampak nya sudah terselesaikan,”pernyataan di dokumen pengadilan.

Seorang Gadis remaja Colorado menghadapi dakwaan pembunuhan tingkat pertama,dituduh menikam Ibunya 79 Kali di Wajah dan leher ibunya dikamar mandi rumah mereka.

Isabella Guzman,gadis kelahiran tahun 1995 asal Colorado,Amerika serikat,yang menghabisi nyawa Ibunya dengan menikam Wajah dan leher ibunya sebanyak 151 kali,ditahan tanpa ikatan di Penjara Kabupaten Arapahoe pada 28 Agustus yang menusuk kematian ibunya,Yun -Mi Hoy (47).

Ya, Isabella disebut -sebut sebagai salah satu sosok perempuan berdarah dingin didunia ,meskipun faktanya dia punya gangguan kejiwaan Karena orang tuanya bercerai sewaktu dia masih kecil.

Ryan Hoy memberitahu pihak berwenang bahwa setelah Petugas pergi,Guzman pergi kekamar tidurnya Dan tetap disana sepanjang malam sementara ibunya kembali bekerja .

Ketika Yun -Mi Hoy tiba dirumah sekitar jam 9:30 malam ,Ryan Hoy berkata dia Naik keatas untuk mandi.

Hoy mengatakan kepada Polisi bahwa dia kemudian mendengar suara Dentuman dari lantai atas dan

Istrinya memanggil namanya .

Hoy mengatakan kepada Pihak berwenang bahwa ketika dia mencoba membuka pintu Kamar mandi, Guzman mendorongnya dengan punggung nya agar tetap tertutup.

Hoy mengatakan dia kemudian turun kebawah ,menelepon 911 Dan mengatakan kepada Petugas operator bahwa istri Dan putrinya ada dalam Kamar Mandi dan dia bisa melihat darah mengalir dari bawah pintu Kamar mandi .

Hoy juga memberitahu polisi bahwa ketika dia kembali keatas,dia melihat Guzman berdiri di ambang pintu kamar mandi sambil memengang pisau.

Hoy kemudian mengamati istrinya terbaring dilantai kamar mandi berlumuran darah dengan tongat baseball tergeletak disamping tubuhnya .

Ketika Polisi tiba dirumah,mereka menemukan tubuh telanjang Yun-Mi Hoy tergeletak di lantai kamar mandi dengan banyak luka robek dan tusukan .

Dia dinyatakan meninggal ditempat kejadian pada pukul 10:28 malam.

Isabella Guzman diringkus dalam waktu 16 jam Semenjak ditetapkan sebagai buronan.

Ketika itu usianya masih 18 tahun, kini dia sudah 25 tahun.

Ketika sidang dipengadilan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan nya Isabella sempat tersenyum kearah kamera wartawan yang menyorot nya.

Pengadilan Colorado sendiri memvonis bahwa Isabella tidak bersalah.

Dia dikirim Ke Rumah Sakit Pemerintah di Pueblo untuk menjalani perawatan Kejiwaan alih alih dikirim ke penjara .

Menurut keterangan Dokter yang merawatnya,dr. Richard Pounds, Isabella diagnosa mengalami paranoia Schizophrenia .

“Dia sering menatap ke Ruang hampa,lalu bicara dengan seseorang yang tidak terlihat dan dia tertawa sendiri,”kata dr Richard.

Sumber :Tribunpekanbaru.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here