Kronologi 3 Pria Makassar Gilir ABG Disabilitas Lalu Ancam Viralkan Video

0
108

Bukatutup.net- 3 Orang pria di Makassar memperkosa secara bergilir seorang remaja gadis penyandang disabilitas. Parahnya lagi, pelaku merekam video pemerkosaan dan mengancam memviralkan video tersebut jika orang tua korban tidak membayar tebusan.

“Persetebuhan ini dilakukan oleh 3 orang, yang mana perannya masing-masing berbeda. Jadi ada yang melakukan dan ada yang memviralkan dengan membuat video,” ujar Kasubag Humas Polrestabes Makassar Kompol Edhy Supriyadi di Kantornya, Rabu (20/1/2021).

3 Pelaku masing-masing inisial W (18), G (22), dan AS. W dan G telah diamankan, sementara AS masih dalam pengejaran polisi

“Pelaku yang memviralkan (AS) ini masih dalam pengejaran,” ujar Kompol Edhy.

Berikut kronologi 3 pria tersebut perkosa secara bergilir korbannya yang masih di bawah umur dan penyandang disabilitas;

Selasa (12/1): Tersangka W Kenalan dengan Korban di Medsos

1 Minggu sebelum pemerkosaan terjadi, tersangka W mengajak korbannya berkenalan di media sosial Facebook. Usai berkenalan dengan korban, W terus melakukan pendekatan dengan korbannya.

“Jadi berawal ketika antara korban dengan tersangka kenal melalui media sosial atau di Facebook, 7 hari sebelum kejadian,” ujar Kompol Edy.

Selasa (19/1): Tersangka Menjemput Korban di Rumahnya

Usai berupaya mendekati dan mengambil hati korban, tersangka W menjemput korban di rumahnya. W kemudian membawa korban ke lokasi pemerkosaan.

“Salah satu pelaku (W) mengajak untuk melakukan persetubuhan di daerah Tamangapa,” katanya.

Usai tersangka W membawa korban ke lokasi pemerkosaan, 2 pelaku lainnya yakni G dan AS ikut memperkosa korban. Tak hanya memperkosa, tersangka AS juga merekam video pemerkosaan.

“Sekitar pukul 01.00 Wita dini hari terjadi persetubuhan anak di bawah umur yang terjadi di kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar,” imbuhnya.

Selasa (19/1) Pukul 08.00 Wita: Tersangka AS Mengancam Orang Tua Korban

Usai memperkosa korban, tersangka AS yang sempat merekam video pemerkosaan menelfon orang tua korban. AG meminta uang sebesar Rp 5 juta.

“Tapi uang tersebut belum diserahkan. Jadi jam 1 kejadian, jam 8 pagi sudah meminta tebusan untuk tidak diviralkan,” imbuhnya.

Usai menerima ancaman tersebut, orang tua korban lalu melapor ke polisi.

“Setelah melapor ke Polrestabes, kurang dari 24 jam pelaku sudah ditangkap 2 orang. Dan hasil introgasi kepada mereka bahwa betul dia setelah melakukan, dan kemudian memviralkan dan menghubungi orang tuanya untuk diberikan suatu uang untuk tidak diviralkan,” jelasnya.

“Jadi 2 orang melakukan persetubuhan, dan termasuk yang melakukan meminta tebusan kepada orang tua korban,” lanjutnya.

 

Sumber:detik.com

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here