Kepada Komas HAM, Jasa Marga Akui Gangguan CCTV di TKP Penembakan Laskar FPI

0
150

 

Bukatutup.net- Direktur Jasa Marga Subakti Syukur mengaku memberikan keterangan soal CCTV di Tol Jakarta-Cikampek saat peristiwa penembakan enam laskar FPI. Dia menyebut sebanyak 23 CCTV sekitar lokasi kejadian, di KM 51+200 alami gangguan.

“Hanya 23 CCTV dari KM 49 sampai 72, itu hanya dilajur. Kalau di gerbang di lain-lain nya semua ada. Jadi hanya sekitar 23. 23 itu bukan tidak berfungsi ya, hanya pengiriman datanya berapa jam itu terganggu. Karena waktu mau perbaikan hujan, karena itu kan harus dideteksi pakai suatu alat sehingga perlu waktu, kemudian beberapa jam kemudian sekitar 24 jam sudah berfungsi lagi,” kata Subakti di lobi Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Senin (14/12/2020).

Diketahui, Subakti keluar dari ruangan pemeriksaan sekitar pukul 11.45 WIB. Ia menjalani pemeriksaan selama kurang lebih 2 jam soal penembakan Laskar Pembela Islam tersebut.

 

Saat diperiksa, meski 23 CCTV di area tempat kejadian perkara (TKP) mati, namun Subakti menyebut CCTV lainnya bekerja normal. Rekaman CCTV yang sempat memperlihatkan mobil polisi dan mobil laskar FPI itu diperlihatkan kepada Komnas HAM.

“Kejadian itu (yang alami keterlambatan pengiriman data) di titik tertentu tadi itu loh di KM 50 itu. Tapi sebelumnya ada. Kalau saat dia melintas gerbang transaksi ada semua,” tegasnya.

“Gini gini gini, kita kan bekerja ada prosedurnya ada sop yang semua kejadian tercatat sehingga Komnas HAM pengen melihat (CCTV) ya kita lihatkan semuanya,” sambungnya.

Lantas apakah kendala pengiriman data ini lazim terjadi? Ini jawaban Subakti.

“Kalau di lapangan bisa saja terjadi, kan bisa ada kerjaan, karena kendaraan lewat dan sebagainya. Pada saat itu kan kebetulan Minggu menjelang Senin pagi itu rame itu dan hujan jadi kita agak terhambat perbaikannya,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Direktur Utama (Dirut) PT Jasa Marga Subakti Syukur dipanggil Komnas HAM. Subakti dipanggil soal CCTV mati di lokasi polisi menembak laskar FPI.

Pantauan di lokasi, Subakti tiba pukul 10.00 WIB di kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Senin (14/12/2020). Komnas HAM menjelaskan bahwa Subakti dipanggil soal CCTV yang mati di lokasi kejadian.

“Jasa Marga, seperti yang diketahui, mereka sudah menyampaikan informasi di publik ada CCTV mati termasuk salah satu bagian yang akan kami konfirmasi,” ujar Komisioner Komnas HAM Choirul Anam kepada wartawan di kantornya.

Selain Jasa Marga, Anam mengatakan hari ini dijadwalkan pemeriksaan terhadap Subakti dan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran.
Enam anggota laskar FPI tewas ditembak polisi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) pada Senin (7/12/2020) dini hari. PT Jasa Marga mengatakan kamera pengintai atau CCTV di Tol Japek Km 49 hingga Km 72 mengalami gangguan pada saat insiden itu terjadi.

PT Jasa Marga melalui anak usaha yang bergerak di bidang pengoperasian jalan tol, PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO), menjelaskan bahwa ada gangguan pada link jaringan backbone CCTV/Fibre Optic di Km 48+600 sejak Minggu (6/12) pukul 04.40 WIB. Gangguan di titik tersebut mengakibatkan jaringan CCTV mulai dari Km 49+000 (Karawang Barat) sampai Km 72+000 (Cikampek) menjadi offline atau mati.

 

Sumber:detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here