Amarah Ibunda Marco Pecah ke Teman teman Marco Panari

0
117

 

Bukatutup.net- Ibunda Marco Panari mengungkapkan isi hatinya lewat media sosial pribadinya. Dia tak menyangka anak laki-lakinya yang masih berusia 23 tahun meninggal dunia.

Ibunda Marco Panari, Alberthin Hartini mengungkapkan amarahnya melalui tulisan. Sang bunda geram dengan teman-teman Marco Panari.

Tuhan ambil Marco dg cara yg tidak terduga, Marco diijinkan Tuhan bertemu dg teman2 yg salah, anak2 tolol dan biadab yg membiarkan Marco menderita meregang nyawa di depan mata mereka hingga Marco kehilangan nyawa,” tulis Alberthin Hartini.

Sebagai orang tua, Alberthin Hartini sangat hancur, tiba-tiba melihat sang anak sudah terbujur kaku di UGD. Tak ada yang bisa dilakukan sang bunda selain menangis dan berusaha mengikhlaskan.

Hati mama hancur sehancur hancurnya melihat Marco terbujur kaku dan sdh dingin di ruang UGD. Habis sudah air mata mama nak…,” ungkapnya.

Mama harap mama bisa lewati lembah air mata ini. Mama hrs ikhlas dan terima kenyataan ini sebagai rencana Tuhan dlm hidup mama. Marco ganteng anak kesayangan mama…belahan jiwa mama…Mama selalu sayang Marco sampai nafas mama berenti. Tunggu mama di Yerusalem baru nak,” tukas Albethin Hartini.

Marco Panari meninggal dunia setelah tak sadarkan diri di apartemen. Kanit Reskrim Polsek Menteng Kompol Ghozali Luhulima mengatakan berdasarkan keterangan dokter yang pertama menangani, Marco Panari meninggal dunia karena tersedak.

Menurut polisi, Marco Panari pergi ke apartemen kerabatnya karena dihubungi oleh salah satu temannya.

“Hari Jumat (29/1) itu sekitar jam berapa, tuh, ditelepon temannya yang perempuan, kemudian suruh ke apartemen lantai empat. Apartemen yang ada di kawasan Menteng,” kata Kompol Ghozali Luhulima kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Tiba di apartemen sekitar pukul 19.30 WIB, Marco Panari dan tiga orang teman perempuannya minum minuman beralkohol. Sampai akhirnya mereka pindah ke salah satu tempat di kawasan Jakarta Selatan.

Di lokasi kedua menurut penuturan saksi yang sudah diperiksa, mereka kembali minum-minum. Minum-minuman beralkohol itu berlangsung sampai sekitar pukul 2 dini hari. Marco Panari bersama teman-temannya kembali ke apartemen yang ada di kawasan Menteng sekitar jam 7 pagi, Sabtu (30/1).

“Setelah ke situ (apartemen) lagi, minum lagi, tapi sudah dilarang sama temannya, kan. Habis itu pesan makan,” kata Kompol Ghozali.

“Sekitar jam 11.00 WIB karena mereka sudah bangun, si korban ini masih tidur, masih mabuk,” sambungnya.

Ketika itu teman-temannya pulang, tapi sampai sore tidak ada kabar dari Marco Panari. Tidak ada respons dari telepon Marco Panari.

Ternyata, setelah temannya kembali ke apartemen untuk mengecek, Marco Panari ditemukan tak sadarkan diri. Teman Marco Panari yang sudah diperiksa sebagai saksi itu langsung membawanya ke salah satu rumah sakit di kawasan Kali Pasir, Menteng.

“Sekitar jam 16.00 WIB, di telepon nggak respons. Kemudian temannya itu suruh temannya lagi cek gitu. Setelah dicek, (Marco) dalam keadaan tidak sadarkan diri. Kemudian usaha bawa ke rumah sakit. Temannya yang perempuan telepon ibunya bahwa korban dalam keadaan pingsan,” jelas Kompol Ghozali.

Tapi, ternyata menurut dokter, Marco Panari sudah tidak bernyawa saat tiba di rumah sakit.

Kini, jenazah Marco Panari sudah dikremasi. Sampai saat ini, polisi masih menunggu hasil visum Marco Panari dari RS Polri.

Simak Video “Fakta-fakta Seputar Meninggalnya Marco Panari

(pus/dar)

 

 

Sumber:detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here